Bapak Nico Siahaan selaku anggota DPR Republik Indonesia Komisi X berkunjung ke SMK Negeri 1 Cimahi

Bapak Nico Siahaan bersama siswa dan guru SMK Negeri 1 Cimahi

Pada hari Jumat 5 Agustus 2016, SMK Negeri 1 Cimahi mendapatkan kehormatan. Yaitu dikunjungi oleh Bapak Nico Siahaan, selaku anggota DPR RI Komisi X.

Nico Siahaan yang memiliki nama lengkap Junico Bisuk Partahi Siahaan.

Pemeran dan presenter televisi berkebangsaan Indonesia. Ia dikenal luas publik Indonesia sebagai pembawa acara baik kuis Kata Berkait di RCTI (1995). Selain itu, Ia juga pernah terjun di dunia seni peran dengan bermain dalam film Arisan.

Sarjana ekonomi lulusan Universitas Padjadjaran ini menikah dengan Gabriella Vincy Caroline yang akrab dipanggil Sissy pada 17 Oktober 2003. Dari pernikahan tersebut, lahir putri kembar, Calista Siahaan dan Joanna Siahaan pada tanggal 21 Juni 2004. Disusul putri ketiga yang lahir 6 Agustus 2005.

Pada pemilu legislatif 2014, Nico terpilih sebagai anggota DPR RI, Daerah Pemilihan Jawa Barat I dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dengan perolehan suara 64.980 suara.

Kunjungannya beliau adalah ingin mengadakan dialog dengan perwakilan Guru dan siswa – siswi SMK Negeri 1 Cimahi yang dilaksanakan di ruang Media.

Kehadiran beliau juga tidak lain ingin memberikan sejumlah buku sebagai motivasi untuk minat dalam membaca terutama bagi para siswa.

Kondisi minat baca bangsa Indonesia, memang cukup memprihatinkan. Berdasarkan studi, “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.

Indonesia persis berada di bawah Thailand (59), dan di atas Bostwana (61). Padahal, dari segi penilaian infrastuktur, untuk mendukung membaca, peringkat Indonesia berada di atas negara-negara Eropa.

Lebih lanjut, penggagas gerakan ‘Indonesia Mengajar’ itu menilai agar membaca bisa menjadi budaya perlu beberapa tahapan. Pertama mengajarkan anak membaca, lalu membiasakan anak membaca hingga menjadi karakter, setelah itu barulah menjadi budaya.

“Jadi budaya membaca itu hadir karena ada kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca ada jika ada rencana membaca secara rutin dan rutinitas dalam baca itu penting sekali,”

Terimakasih Bapak Nico Siahaan, semoga bisa berkunjung kembali di kampus SMK Negeri 1 Cimahi ini.

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − 16 =