Kompetensi Siswa

Selama ini kita selalu mengucapkan kata “kompetensi” , misalnya ketika seorang siswa ditanya

” Kamu memilih kompetensi keahlian apa ?” . Bagi mereka yang kesehariannya berada dilingkungan sekolah menengah kejuruan tidak asing lagi dengan kata kompetensi tersebut. Tapi apakah kita paham makna yang terkandung di dalam kata kompetensi tersebut. Apakah kompetensi itu untuk siswa ? guru ? atau siapakah ?

Dalam tulisan ini tentu saja kompetensi siswa. Marilah kita cermati sebuah tulisan  seorang ahli tentang kompetensi khususnya di dunia pendidikan !

Kompetensi (competency) adalah kata baru dalam bahasa Indonesia yang artinya setara dengan kemampuan atau ‘pangabisa’ dalam bahasa Sunda. Siswa yang telah memiliki kompetensi mengandung arti bahwa siswa telah memahami, memaknai dan memanfaatkan materi pelajaran yang telah dipelajarinya. Dengan perkataan lain, ia telah bisa melakukan (psikomotorik) sesuatu berdasarkan ilmu yang telah dimilikinya, yang pada tahap selanjutnya menjadi kecakapan hidup (life skill). Inilah hakikat pembelajaran, yaitu membekali siswa untuk bisa hidup mandiri kelak setelah ia dewasa tanpa tergantung pada orang lain, karena ia telah memiliki kompetensi, kecakapan hidup. Dengan demikian belajar tidak cukup hanya sampai mengetahui dan memahami.

Kompetensi siswa yang harus dimilki selama proses dan sesudah pembelajaran adalah kemampuan kognitif (pemahaman, penalaran, aplikasi, analisis, observasi, identifikasi, investigasi, eksplorasi, koneksi, komunikasi, inkuiri, hipotesis, konjektur, generalisasi, kreativitas, pemecahan masalah), kemampuan afektif (pengendalian diri yang mencakup kesadaran diri, pengelolaan suasana hati, pengendalian impulsi, motivasi aktivitas positif, empati), dan kemampuan psikomotorik (sosialisasi dan kepribadian yang mencakup kemampuan argumentasi, presentasi, prilaku). Istilah psikologi kontemporer, kompetensi / kecakapan yang berkaitan dengan kemampuan profesional (akademik, terutama kognitif) disebut dengan hard skill, yang berkontribusi terhadap sukses individu sebesar 40 % . Sedangkan kompetensi lainnya yang berkenaan dengan afektif dan psikomotorik yang berkaitan dengan kemampuan kepribadian, sosialisasi, dan pengendalian diri disebut dengan soft skill, yang berkontribusi sukses individu sebesar 60%. Suatu informasi yang sangat penting dan sekaligus peringatan bagi kita semua.

Sumber :

MODEL BELAJAR DAN PEMBELAJARAN BERORIENTASI KOMPETENSI SISWA 

Drs. H. Erman Suherman, M.Pd.
Dosen tetap pada FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung

Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − fourteen =