Kabeungharan Bahasa Sunda

Dalam bahasa Indonesia, nama anak binatang cukup dengan menyebutkan kata anak di tambah kata binatang yang diikutinya.

contoh : Anak sapi— tetap anak sapi

Berbeda halnya dalam bahasa Sunda. setiap anak binatang memiliki nama yang berbeda. inilah yang dinamai ” Kabeungharan bahasa Sunda ” yang harus kita lestarikan sebagai “urang Sunda”. Istilahnya adalah ” Ngamumule bahasa Sunda”

Beberapa nama anak binatang dalam bahasa Sunda

  1. Anak anjing : kirik/kicik
  2. Anak bagong : begu
  3. Anak bandeng : ne’ne’r (susah cara ngetiknya, harusnya ada tanda apostrof di atas huruf e )
  4. Anak banteng : bangkanang
  5. Anak bangbung : kuuk
  6. Anak bangkong : buruy
  7. Anak belut : kuntit
  8. Anak bogo : cingok
  9. Anak boncel : bayong
  10. Anak buhaya : bocokok
  11. Anak deleg/gabus : boncel/kocolan/kokocolan
  12. Anak entog : titit
  13. Anak embe : ceme
  14. Anak gajah : menel (selama ini sering disalah artikan untuk penggambaran yang kecil )
  15. Anak hayam : ciak/pitik
  16. Anak japati : piyik
  17. Anak kancra : badal
  18. Anak keuyeup : bonceret
  19. Anak kuda : belo
  20. Anak kukupu : hileud ( Yiyyy )
  21. Anak kutu : kuar
  22. Anak lancah : aom
  23. Anak lauk: kebul/burayak
  24. Anak lele : nanahaon
  25. Anak lubang : leungli
  26. Anak maung : juag/aom
  27. Anak meri : titit
  28. Anak monyet : begog
  29. Anak munding : eneng
  30. Anak papatong : kini-kini
  31. Anak penyu : tukik
  32. Anak reungit : utek-utek
  33. Anak sapi : pedet
  34. Anak ucing : bilatung ( Yiiyyyy juga )
Please follow and like us:
0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + one =